Banjir Bandar Lampung Makan Korban Jiwa, Pemkot Dituntut Solusi Konkret
Gueade
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Sejumlah warga menggelar aksi menuntut Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, memberikan solusi konkret penyelesaian banjir.
Demonstrasi tersebut berlangsung di depan kantor wali kota, Rabu 23 April 2025.
Massa aksi membawa poster berisi protes dan tuntutan.
Mereka sempat mengalami represivitas dan penghalangan oleh oknum aparat.
Unjuk rasa tersebut merupakan bentuk kemarahan warga atas kacaunya penanganan bencana banjir di Bandar Lampung.
Dalam beberapa tahun terakhir, bencana struktural tersebut telah membunuh banyak rakyat miskin serta menghancurkan rumah dan harta benda warga.
Pada 2019, BPBD setempat mendata 2.528 unit rumah terendam banjir.
Peristiwa itu salah satu banjir terparah di Bandar Lampung. Data terbaru, setidaknya 14 ribu rumah dan 11 ribu orang terdampak.
“Wali kota secara struktural merupakan orang yang paling bertanggungjawab atas kekacauan ini,” kata Wahyu, salah satu massa aksi.
Terdapat sejumlah faktor yang memperparah banjir. Antara lain penghilangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan perusakan bukit.
Banjir
Bandar Lampung
demonstrasi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
