SPPG Lampung Aktif Capai 94 Persen Target, Sertifikasi Higienis Masih Jadi PR
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Program Makan Bergizi (MBG) di Lampung terus bergerak cepat. Hingga Senin kemarin, Satgas MBG mencatat sudah ada 757 Sentra Penyediaan Bahan Pangan dan Gizi (SPPG) yang berstatus aktif dari total sasaran awal 798 SPPG.
Hal ini disampaikan, Ketua Satgas Percepatan Program Makan Bergizi (MBG) Lampung, Saipul pada Rabu 10 Desember 2025.
"Sampai saat ini Lampung berhasil menyentuh 94 persen pembentukan dapur, menjadikannya salah satu provinsi dengan progres tercepat," kata Saipul.
Dia mengatakan dari 757 SPPG yang sudah aktif, baru 610 dapur yang benar-benar operasional atau sekitar 76 persen.
"Kalau dipresentasikan, aktifnya sudah sampai 94 persen. Yang operasional 610, itu 76 persen yang sudah terbentuk,” ujar Saipul.
Selain pembentukan dapur, penyaluran kepada peserta juga terus berjalan. Dari total 2,4 juta penerima MBG di Lampung, 1,6 juta peserta tercatat sudah menerima bantuan pangan bergizi.
Namun, di balik pencapaian itu, Saipul mengakui masih ada pekerjaan rumah besar terkait sertifikasi laik higienis (SLHS) bagi dapur MBG.
Hingga kini, baru 35 SPPG yang tercatat memiliki sertifikat higienis, sedangkan lebih dari lima ratus lainnya masih dalam proses.
Kendalanya beragam, mulai dari sistem permohonan yang sempat bermasalah hingga persoalan kualitas air di sejumlah wilayah yang tidak memenuhi standar Indeks Kualitas Lingkungan (IKL).
"Rupanya nggak semudah kita bayangkan. Banyak uji IKL, terutama air, hasilnya nggak baik sehingga tidak bisa diterbitkan rekomendasi," kata Saipul.
Sppg
Lampung
mbg
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
