Pemprov Perkuat Pengendalian Inflasi, Sejumlah Bahan Pangan Dalam Pantauan Ketat

Rimadani Eka Mareta

Rimadani Eka Mareta

Bandarlampung

27 Januari 2026 15:45 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Foto Diskominfo Provinsi Lampung
Rilis ID
Foto Diskominfo Provinsi Lampung

"Harga telur di pasar itu fluktuatif, ada yang Rp25.000, Rp27.000, hingga Rp30.000 per kilogram. Harga Rp30.000 itu masih sesuai HET telur, jadi belum melebihi ketentuan," ujarnya.

Menurutnya, perbedaan harga di tingkat pasar dipengaruhi oleh faktor jarak dan biaya distribusi, khususnya bagi pedagang kecil yang mengambil barang dari distributor yang relatif jauh.

"Kemungkinan ada pengaruh biaya transportasi. Tapi karena tidak merata, saya kira masih dalam batas wajar dan tidak menjadi masalah," katanya.

Terkait pakan ternak, Bani menambahkan bahwa tidak terdapat kendala signifikan, meskipun harga jagung sebagai bahan baku pakan ternak masih relatif tinggi di tingkat distributor dan pabrik.

"Pakan ternak relatif tidak ada masalah, hanya memang harga jagung di tingkat distributor agak tinggi, padahal saat ini sedang masa panen raya. Ini yang sedang kita cari penyebabnya," pungkasnya. (*)

Menampilkan halaman 3 dari 3
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Rimadani Eka Mareta
Tag :

Inflasi

Lampung

harga pangan

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya