Pemprov Perkuat Pengendalian Inflasi, Sejumlah Bahan Pangan Dalam Pantauan Ketat

Rimadani Eka Mareta

Rimadani Eka Mareta

Bandarlampung

27 Januari 2026 15:45 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Foto Diskominfo Provinsi Lampung
Rilis ID
Foto Diskominfo Provinsi Lampung

RILISID, Bandarlampung — Pemerintah Provinsi Lampung melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (Ekubang), Bani Ispriyanto, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 yang dirangkaikan dengan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual dari Ruang Command Center Lantai II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Selasa (27/01/2026).

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian. Dalam arahannya, Mendagri menegaskan pentingnya menjaga stabilitas inflasi karena berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi, sosial, hingga stabilitas politik dan keamanan.

"Inflasi ini berbanding lurus dengan situasi politik, keamanan, dan ekonomi secara keseluruhan. Inflasi merupakan indikator makroekonomi yang mencerminkan stabilitas harga barang dan jasa, yang pada akhirnya memengaruhi biaya hidup masyarakat," ujar Mendagri.

Mendagri menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia memberikan atensi besar terhadap pengendalian inflasi nasional. Hal tersebut tercermin dari pelaksanaan rapat pengendalian inflasi yang rutin digelar setiap minggu dengan melibatkan seluruh kementerian dan pemerintah daerah.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi nasional secara year on year pada Desember tercatat sebesar 2,92 persen, meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Angka tersebut mendekati ambang batas psikologis 3 persen, meskipun masih berada di bawah threshold maksimal 3,5 persen.

"Kalau inflasi melewati 3,5 persen, konsumen terutama masyarakat kelas bawah akan mulai merasakan dampaknya. Meski 3 persen belum terlalu menyulitkan masyarakat, bagi kita ini sudah menjadi warning," tegas Mendagri.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan inflasi bulanan (month to month) terutama disumbang oleh komoditas makanan dan minuman, transportasi, serta perawatan pribadi, termasuk emas. Fenomena global turut memengaruhi kenaikan harga emas, seiring meningkatnya pembelian emas oleh negara-negara besar, seperti China yang tidak hanya membeli emas tetapi juga tambang emas.

"Harga emas dunia meningkat tajam karena ini komoditas global. Per hari ini, harganya hampir mendekati Rp3 juta per gram, sehingga masyarakat ramai-ramai mencari emas," jelasnya.

Inflasi bulanan tercatat naik dari 0,17 persen pada November menjadi 0,64 persen pada Desember. Mendagri menekankan perlunya kewaspadaan terhadap tren kenaikan ini dengan mengendalikan harga komoditas yang diatur pemerintah, serta memastikan kelancaran pasokan dan distribusi barang kebutuhan pokok.

Selain itu, Mendagri memaparkan bahwa daerah dengan inflasi tertinggi umumnya dipengaruhi oleh faktor bencana alam. Provinsi Aceh dan Sumatera Barat menjadi daerah dengan kenaikan inflasi tertinggi akibat banyaknya wilayah terdampak bencana.

Menampilkan halaman 1 dari 3
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Rimadani Eka Mareta
Tag :

Inflasi

Lampung

harga pangan

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya