Pemprov Minta Pertamina Salurkan dan Ubah Distribusi BBM-LPG 3 KG di Lampung
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
Sementara itu, untuk LPG tabung 3 kilogram, alokasi Lampung sebesar 217.836 metrik ton, dengan realisasi mencapai 98 persen.
“Dua persen sisanya dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir Desember,” katanya.
Pertamina juga menyampaikan bahwa suplai Dexlite akan ditingkatkan menyusul meningkatnya permintaan dalam beberapa minggu terakhir. Distribusi tambahan dijadwalkan mulai 11 Desember untuk meredam antrean di sejumlah SPBU.
Terkait munculnya antrean panjang, Mulyadi menegaskan bahwa hal tersebut berkaitan dengan pembatasan kuota harian yang diterapkan Pertamina kepada SPBU. Ia meminta agar ke depan Pertamina memberikan fleksibilitas penyesuaian antarwilayah berdasarkan tingkat kebutuhan.
“Mana yang demand-nya tinggi, kuotanya harus ditambah. Ini tentu membutuhkan dukungan BPH Migas,” jelasnya.
Pemprov Lampung juga menyiapkan penguatan pengawasan distribusi BBM dan LPG. Aparat keamanan akan dilibatkan untuk memastikan penyaluran tepat sasaran serta mencegah potensi penyelewengan di lapangan.
“Semua pihak baik SPBU, pemerintah daerah, dan aparat akan bekerja sama agar distribusi BBM dan LPG terkendali, tepat sasaran, dan masyarakat terlayani dengan baik,” tegasnya.
Menurutnya, pembenahan tata kelola distribusi juga diperlukan agar penyaluran energi bersubsidi di Lampung semakin transparan dan berjalan lancar.
Ditambahkan Kepala Dinas ESDM Lampung, Febrizal Levi Sukmana saat ini kelangkaan BBM Subsidi di Lampung karena pola distribusi oleh Pertamina.
"Kelangkaan ini terjadinya Macetnya di distribusi. Karena mereka mendistribusikan ketika kuota di masing-masing SPBU habis," kata Levi.
BBM subsidi
bbm
solar
biosolar
dexlite
langka
Pertamina
Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
