Lampung Dulu Daerah Tujuan, Kini Kirim Transmigran
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
Dari kawasan transmigrasi, diharapkan lahir masyarakat yang produktif, saling mendukung, serta mampu menjadi penggerak pembangunan daerah.
Kepada para calon transmigran, Marindo berpesan agar menjaga kesehatan dan keselamatan selama perjalanan, serta membangun kebersamaan dengan sesama warga dan masyarakat setempat.
"Di tempat yang baru, tetangga adalah keluarga terdekat. Jadikan transmigrasi ini sebagai perjalanan bersama. Pemerintah mendampingi, masyarakat mendukung, dan Bapak Ibu menjadi pelaku utamanya," tuturnya.
Ia berharap langkah yang diambil para transmigran menjadi awal kehidupan yang lebih baik, lebih sejahtera, dan penuh keberkahan.
"Selamat jalan calon transmigran. Jadilah pelopor pembangunan Nusantara," katanya.
Sementara itu, Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, menjelaskan bahwa Lampung dipilih sebagai lokasi pelepasan transmigran karena memiliki nilai sejarah penting dalam program transmigrasi nasional.
Menurutnya, Lampung merupakan contoh keberhasilan transmigrasi dalam memperkuat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Beragam suku, adat, budaya, dan agama hidup berdampingan dengan masyarakat lokal di Lampung. Jadi perbedaan itu tidak dijadikan sebagai bagian dari konflik sosial, tapi justru untuk menyatukan rasa kebangsaan Indonesia dan itu tercermin di Provinsi Lampung," ujar Viva Yoga.
Ia menambahkan, meskipun masyarakat Lampung berasal dari latar belakang yang berbeda, mereka mampu hidup rukun, berdampingan, dan saling bertoleransi. "Itulah wajah Lampung," katanya.
Viva Yoga juga menuturkan bahwa Lampung saat ini tidak lagi menjadi daerah tujuan transmigrasi, melainkan telah berkembang menjadi daerah asal transmigrasi.
Transmigran
Lampung
pemprov Lampung
kementerian Transmigrasi
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
