Mahasiswa Teknokrat Belajar Audit Kelaikan Gedung di Masjid Al-Hijrah Lewat SIMAK dan Hammer Test
lampung@rilis.id
Lampung Selatan
RILISID, Lampung Selatan — Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) melaksanakan kunjungan lapangan di Masjid Al-Hijrah sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan metode pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning).
Kegiatan ini difokuskan pada pengujian non-destruktif (Non-Destructive Test/NDT) menggunakan Hammer Test serta evaluasi visual kondisi beton pada kolom-kolom utama bangunan. Menariknya, mahasiswa juga memanfaatkan Sistem Informasi Manajemen Kelaikan Bangunan Gedung (SIMAK) untuk melakukan penilaian secara digital.
Kegiatan didampingi sejumlah dosen UTI, yakni Dr. Ir. Lilik Ariyanto, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., Ir. Sari Anton, S.T., M.T., Sefrinta Sasma Murdiagatma, S.T., M.T., Ir. Susarman, S.T., M.T., dan Rahma Sopilawati, S.Ars., M.T. Puluhan mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Teknologi Bahan Konstruksi dan Forensik Struktur turut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Masjid Al-Hijrah dipilih sebagai objek kajian karena memiliki struktur yang representatif untuk pembelajaran evaluasi bangunan publik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung layaknya konsultan forensik struktur atau auditor bangunan.
"Kami tidak ingin mahasiswa hanya menguasai teori di kelas. Dengan terjun langsung ke lapangan, menggunakan alat pengujian, mengamati kondisi struktur, hingga menginput data ke sistem digital, mereka membangun intuisi engineering yang kuat," ujar perwakilan program studi dalam siaran pers UTI, dikutip Selasa (2/6/2026).
Di lapangan, mahasiswa melakukan dua tahapan pengujian, yakni inspeksi visual dan pengujian mekanis non-destruktif. Pada inspeksi visual, mereka memeriksa berbagai indikasi kerusakan seperti retak, keropos (honeycombing), delaminasi, dan spalling pada kolom beton. Seluruh temuan didokumentasikan, diukur, dan dicatat dalam formulir SIMAK.
Tahap berikutnya adalah pengujian menggunakan Digital Concrete Rebound Hammer Test untuk memperkirakan kuat tekan beton tanpa merusak struktur. Pengujian dilakukan sesuai standar, mulai dari persiapan permukaan, penentuan titik uji, hingga pencatatan nilai pantulan (rebound number).
Data hasil pengujian kemudian langsung diinput ke platform SIMAK melalui gawai atau tablet. Sistem ini membantu mengklasifikasikan tingkat kerusakan dan keandalan struktur bangunan secara lebih cepat dan terintegrasi.
Selain meningkatkan kompetensi teknis mahasiswa, penggunaan SIMAK juga memberikan pemahaman praktis mengenai proses penilaian kelaikan bangunan dan pengajuan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang kini menjadi bagian penting dalam regulasi bangunan gedung di Indonesia.
Bagi pengurus Masjid Al-Hijrah, kegiatan ini memberikan manfaat berupa data dan rekomendasi teknis yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam perawatan maupun pengembangan bangunan di masa mendatang.
Mahasiswa Teknokrat
Audit Kelaikan Gedung
Masjid Al-Hijrah
SIMAK
Hammer Test
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
