Tiga Bulan Terakhir! 77 Kasus Campak Terjadi di Lampura, Terbanyak Anak-anak
Furkon Ari
Lampung Utara
Gejala awal penyakit ini kerap menyerupai flu, seperti demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah (Konjungtivitis).
Namun, dalam beberapa hari, kondisi akan berkembang menjadi ruam kemerahan yang menyebar dari wajah ke seluruh tubuh.
Sebagai langkah penanggulangan, Dinas Kesehatan telah melakukan berbagai upaya, mulai dari penyelidikan epidemiologi, pelacakan kontak erat, hingga penanganan pasien di fasilitas kesehatan.
Sebanyak 60 sampel juga telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Nasional, dengan hasil sementara menunjukkan 10 kasus positif campak.
Selain itu, pemerintah turut memberikan vitamin A kepada penderita serta melaksanakan imunisasi kejar (catch-up) bagi anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Maya menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mencegah penyebaran penyakit ini.
Ia mengimbau para orang tua untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala campak, melengkapi imunisasi sesuai jadwal yakni pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan saat usia sekolah dasar serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
"Masyarakat juga diharapkan menghindari kontak dengan penderita, setidaknya dalam rentang waktu 12 hari sebelum hingga sesudah munculnya ruam," tambahnya.
Diskes memastikan akan terus melakukan pemantauan intensif dan berbagai langkah penanggulangan guna menekan penyebaran campak.
Namun, keberhasilan pengendalian penyakit ini sangat bergantung pada kesadaran dan partisipasi masyarakat, terutama dalam memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap. (*)
Campak
Balita
Dinas Kesehatan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
