Unjuk Rasa Petani Singkong di Depan Kantor Gubernur Lampung Ricuh, 7 Polisi Luka-luka
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Aksi unjuk rasa petani singkong yang memadati gerbang Kantor Gubernur Lampung pada Senin (5/5/2025) berubah menjadi kericuhan.
Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Petani Singkong Indonesia terlibat bentrok dengan petugas kepolisian, menyebabkan tujuh anggota Polda Lampung terluka.
Kericuhan pecah sekitar pukul 13.35 WIB, usai audiensi antara massa aksi dan perwakilan Pemerintah Provinsi Lampung berakhir tanpa titik temu. Suasana yang awalnya tertib mendadak panas.
Lemparan batu menghujani barikade polisi yang berjaga. Petugas pun terpaksa memukul mundur massa demi mencegah situasi semakin tak terkendali. Namun bentrok tidak terhindarkan.
Deretan mobil komando, spanduk, serta bendera yang sebelumnya digunakan untuk berorasi berubah menjadi alat provokasi.
Suara sirene ambulance dan teriakan peserta aksi membaur dalam kekacauan di depan Kantor Gubernur.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun membenarkan adanya insiden yang menyebabkan tujuh anggota kepolisian mengalami luka-luka.
“Situasi sempat memanas karena massa memaksakan kehendak untuk terus mendesak masuk setelah audiensi tak menemui solusi,” jelas Yuyun.
Ia merinci, korban luka termasuk Bripka Yuli Setiawan dari Polsek Teluk Betung Selatan yang mengalami luka robek di kepala dan harus dilarikan ke RS Bhayangkara.
Enam anggota lainnya, yakni Bripda Rendi Dwi Atmaja, Bripda Daffigo, Bripda Toni Sanzaya, Bripda Raka Alfito, Bripda Baliya, dan Bripda Aryo Yoga Pratama mengalami luka akibat lemparan batu dan langsung mendapat penanganan medis di tempat.
unjuk rasa
petani singkong
unjuk rasa ricuh
Polda Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
