Tanggapi Aksi Soal Banjir, Warga Panjang: Jangan Bawa-bawa Nama Kami
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Warga Kecamatan Panjang, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Panjang Bersatu melakukan aksi tandingan di Terminal Panjang.
Aksi ini dilakukan menentang dan mengecam aksi yang dilakukan sejumlah masa yang berdemonstrasi di depan Kantor Pemkot Bandar Lampung mengatasnamakan masyarakat korban banjir.
Salah satu tokoh masyarakat Panjang Musabaqoh menyesalkan adanya aksi yang dilakukan sejumlah oknum mengatasnamakan warga panjang yang terdampak banjir beberapa waktu lalu.
Dirinya menilai, bahasa yang digunakan masa aksi itu tidak bermoral dan cenderung kasar.
"Apalagi mereka mahasiswa, seharusnya lebih mengedepankan cara-cara yang sopan," ujar warga Panjang Utara tersebut.
Dirinya juga tidak menyetujui jika warga Panjang terzolimi saat terjadinya banjir yang melanda tempatnya.
"Karena Pemkot justru merespon cepat pasca bencana, sejak malam tim dari Pemkot sudah hadir membantu warga," ungkapnya.
Hal yang sama juga disampaikan Anwar, sebutan bahwa Pemkot tidak bertindak adalah hal yang salah.
Justru, tim dari Pemkotlah yang pertama turun membantu evakuasi warga saat banjir.
"Kami sangat tersinggung ada oknum merasa paling benar menyebut Pemkot lalai tangani banjir," tandasnya.
Aksi Warga Panjang
Banjir Panjang
Bandar Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
