Realisasi KPP Lampung Rp114,67 Miliar, Kanwil DJPb Perkuat Monitoring dan Koordinasi Penyaluran Kredit
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
Jumlah debitur terdiri dari 572 debitur demand dan 14 debitur supply.
Kabupaten Lampung Selatan mencatat realisasi tertinggi sebesar Rp29,9 miliar, disusul Kota Bandar Lampung Rp20,1 miliar.
Dari sisi perbankan penyalur BRI memimpin segmen demand dengan Rp62,73 miliar BTN memimpin segmen supply dengan Rp17,74 miliar BSI turut memperkuat opsi pembiayaan syariah dengan Rp14,31 miliar
Keterlibatan berbagai bank ini memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha di Lampung.
Menurut Gwen, dampak KPP tidak hanya pada sektor perumahan, tetapi juga memicu multiplier effect yang luas.
“Penyaluran Rp114,67 miliar ini menggerakkan lebih dari 170 subsektor industri terkait. Aktivitas konstruksi meningkat, toko bangunan lokal bergeliat, dan tenaga kerja konstruksi terserap secara masif,” ujarnya.
Program ini juga bersinergi dengan:
FLPP untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (bunga 5%)
BSPS yang telah merealisasikan 40.895 unit bedah rumah di Lampung
Integrasi ketiga instrumen tersebut memastikan seluruh lapisan masyarakat—dari MBR hingga UMKM produktif—memiliki akses pembiayaan hunian yang sesuai kebutuhan.
Djpb
kredit program perumahan
3 juta rumah
Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
