Gubernur Lampung Dorong Penguatan Gizi dan Ekonomi Daerah Melalui Kegiatan MASAMO
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
"Kalau gizinya sudah cukup, tinggal satu yang harus kita tingkatkan: rasa. Kita ingin anak-anak tumbuh sehat, cerdas, produktif, dan punya kenangan baik tentang makanan yang mereka terima," katanya.
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi capaian Lampung sebagai salah satu provinsi dengan jumlah dan persentase SPPG tertinggi secara nasional.
"Saat ini secara nasional sudah ada 21.897 SPPG yang melayani 65 juta penerima manfaat, dan ditargetkan mencapai 30.600 unit dengan 83 juta penerima manfaat tahun ini. Lampung menunjukkan bagaimana program ini bukan hanya meningkatkan gizi anak-anak, tetapi juga membangkitkan ekonomi daerah," ujarnya.
Menurut Riefky, kehadiran SPPG menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi petani, nelayan, pelaku UMKM, hingga sektor jasa. Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, dan profesional kuliner dalam program MASAMO menjadi contoh konkret ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.
"Presiden mengamanahkan agar ekonomi kreatif menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. Dari dapur-dapur SPPG inilah perputaran ekonomi dimulai, dari desa hingga nasional," katanya.
Gubernur Lampung
Rahmat Mirzani Djausal
umkm
Lampung
masamo
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
