Gubernur Lampung Dorong Penguatan Gizi dan Ekonomi Daerah Melalui Kegiatan MASAMO
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
Sekitar 2,7 juta penerima manfaat kini dilayani setiap hari. Skala sebesar itu, menurut Gubernur, menciptakan kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar dan berkelanjutan yang secara langsung menyerap hasil produksi petani, peternak, nelayan, serta pelaku UMKM pangan.
"Lampung surplus ayam, telur, beras, dan sayuran, dengan SPPG, hasil produksi itu terserap," katanya.
Dampak ekonomi SPPG bahkan dirasakan pada sektor yang sempat terdampak hambatan ekspor. Gubernur mencontohkan komoditas udang Lampung yang sempat menghadapi penolakan pasar luar negeri.
"Ada puluhan ribu petambak udang yang terdampak. SPPG ikut menyerap produksi mereka. Jadi program ini bukan hanya soal gizi, tetapi juga menjaga ketahanan pangan dan menyelamatkan ekonomi masyarakat," tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Gubernur berharap terjadi peningkatan kualitas rasa dan kreativitas menu menjadi langkah berikutnya agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak sekadar memenuhi standar nutrisi, tetapi juga menghadirkan pengalaman makan yang berkesan bagi anak-anak.
Gubernur Lampung
Rahmat Mirzani Djausal
umkm
Lampung
masamo
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
