Februari 2025 Lampung Alami Deflasi 0,66 Persen
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
Inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Mesuji sebesar 0,57 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,13.
Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu emas perhiasan sebesar 0,47 persen; sigaret kretek mesin (skm) sebesar 0,46 persen; sekolah menengah atas sebesar 0,31 persen; minyak goreng sebesar 0,30 persen; dan bawang putih sebesar 0,23 persen.
Sementara itu, deflasi y-on-y terdalam terjadi di Kabupaten Lampung Timur yaitu sebesar 0,38 persen dengan IHK sebesar 108,91.
Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, yaitu tarif listrik sebesar 2,10 persen; beras sebesar 0,90 persen; cabai merah
sebesar 0,34 persen; tomat sebesar 0,25 persen; dan jeruk sebesar 0,20 persen.
Sedangkan secara m-to-m seluruh kota IHK di Provinsi Lampung yang berjumlah 4 kabupaten/kota mengalami deflasi. Deflasi m-to-m terendah terjadi di Kabupaten Mesuji yaitu sebesar 0,18 persen, dengan IHK sebesar 110,13.
Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m, yaitu tomat sebesar 0,14 persen; kacang panjang sebesar 0,09 persen; tarif listrik sebesar 0,08 persen; terong sebesar 0,08 persen; dan telur ayam ras sebesar 0,05 persen.
Sedangkan deflasi m-to-m terdalam terjadi di Kota Metro yaitu sebesar 0,89 persen. Komoditas
yang dominan dalam memberikan andil deflasi m-to-m yaitu tarif listrik sebesar 0,54 persen; cabai merah sebesar 0,09 persen; cabai rawit sebesar 0,05 persen; daging ayam ras sebesar 0,05 persen; dan ayam hidup sebesar 0,03 persen. (*)
Inflasi Lampung
deflasi
Februari 2025
Lampung
BPS Provinsi Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
