Terima Kunjungan Pasien PJB, Bupati Novriwan Komitmen Bangun Kualitas SDM Kesehatan
Joni Efriadi
Tulang bawang barat
Selain itu, layanan cuci darah (Hemodialisa) dipastikan mulai beroperasi pada pekan depan.
Acara tersebut ditutup dengan pesan kuat dari Bupati agar seluruh pimpinan wilayah, mulai dari Camat hingga Kepala Puskesmas, menjaga fasilitas publik dan meningkatkan pelayanan.
Ia menekankan bahwa pembangunan sistem kesehatan yang bersih dan melayani adalah kunci keberlanjutan daerah.
"Siapa lagi yang bisa membesarkan Tubaba kalau bukan kita sendiri. Mari kita bersatu padu, saling dukung, agar warga Tubaba benar-benar sehat dan berdaya," pungkasnya.
Ketua Yayasan Bussaina Lampung Budi Hidayat, menyambut baik keterbukaan Pemerintah Kabupaten Tubaba.
Yayasan yang fokus pada anak terlantar dan penderita penyakit kronis ini juga siap memfasilitasi pendampingan bagi pasien PJB yang membutuhkan rujukan ke Jakarta.
"Kami memiliki jaringan Ikatan Pendamping Pasien Indonesia (IPI) yang akan membantu keluarga pasien saat berada di Jakarta, mulai dari komunikasi dengan dokter hingga administrasi, sehingga mereka tidak kebingungan," jelas Budi.
Budi juga mengungkapkan bahwa pada Februari mendatang, pihaknya akan mendistribusikan bantuan 170 unit kursi roda khusus dari Australia untuk anak-anak berkebutuhan khusus (Cerebral Palsy) di Lampung, serta terus mengupayakan akses bantuan alat pendengaran.
Di sisi lain, Pemkab Tubaba juga terus berkolaborasi dengan Baznas untuk memberikan bantuan pengobatan bagi warga yang tidak terjangkau jaminan kesehatan reguler.
Turut hadir di acara tersebut Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Tubaba Novianti Novriwan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Jajaran Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Barokatul Khodiri Gunung Agung dan orang tua pasien PJB se-Kabupaten Tubaba. (*)
PJB
YJI
Kesehatan
Tubaba
Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
