Tidak Harus Negeri
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — PULUHAN ribu putra-putri bangsa lulusan Sekolah Menengah Atas baru saja menerima pengumuman hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2022 pada Selasa, 29 Maret 2022.
Dari jumlah pendaftar 612.049 siswa, hanya 120.643 siswa yang dinyatakan lulus atau sekitar 19,7 persen.
Sementara untuk jalur Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah SNMPTN yang diterima hanya 35.570 siswa dari pendaftar yang mencapai 151.514 siswa.
Bisa dibayangkan betapa super ketatnya untuk memasuki Perguruan Tinggi Negeri (PTN), baik melalui jalur reguler maupun lewat KIP Kuliah.
Hal yang membanggakan, meski para siswa sadar bahwa untuk menembus benteng PTN merupakan perjuangan yang berat, namun tetap pantang untuk menyerah meski pada akhirnya harus kecewa dan mengubur harapannya.
Nampaknya lulus seleksi masuk PTN masih menjadi kebanggaan untuk mendapatkan pengakuan bahwa dirinya termasuk siswa yang cerdas dan pintar. Paling tidak, pengorbanannya selama belajar di sekolah tidak sia-sia.
Ditambah lagi adanya dorongan dan dukungan kuat para orang tua yang ingin membekali ilmu bagi putra-putrinya agar memiliki SDM yang memadai guna menjawab tantangan dunia masa kini dan masa mendatang.
Berbeda dengan orang tua zaman dulu yang tidak terlalu berharap, bahkan melarang anaknya sekolah tinggi-tinggi. Lulus dari sekolah dasar sudah cukup, yang penting mampu baca dan tulis, supaya kalau pergi ke kota tidak kesasar atau kalau berdagang tidak di tipu orang karena paham dengan nilai mata uang.
Masalah dikotomi antara PTN dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) masih saja muncul dan menjadi realitas yang sulit dihapuskan sampai hari ini.
Anggapan masyarakat bahwa PTN lebih unggul, lebih berkualitas dan lebih murah masih melekat dan menjadi pandangan umum. Sementara PTS selalu di pandang sebagai ‘nomor dua’, selain mahal biayanya.
KMBI
SMPTN
SBMPTN
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
