Tidak Harus Negeri
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Fakta yang tidak bisa dipungkiri, bahwa mengikuti seleksi ke PTS menjadi alternatif kedua setelah gagal menembus PTN.
Semua ini merupakan realita yang tidak dapat dilepaskan dari sejarah, bahwa PTN itu di support oleh negara. Mulai infrastuktur, Sumber Daya Manusia (SDM) dan pendukung lain yang di masa lalu di dukung penuh melalui dana APBN. Sementara bagi PTS, semuanya harus digali sendiri yang bersumber dari mahasiswanya.
Saatnya kita untuk berani meninggalkan paradigma soal sekat PTN dan PTS karena sejatinya dua entitas itu memiliki kesetaraan. Terlebih era sekarang adalah era kompetisi, bukan lagi masalah negeri dan swasta.
Soal kualitas sangat tergantung dari proses pembelajaran di perguruan tinggi tersebut, baik yang berstatus negeri maupun swasta.
Kampus negeri pun jika tidak dikelola dengan baik maka bisa sempoyongan dan kalah dengan kampus swasta.
Sebaliknya, kampus swasta yang dikelola secara baik dan profesional bisa mengalahkan negeri.
Realitanya memang begitu, kampus yang tidak mampu bersaing akan ditinggalkan mahasiswa.
Maka sesungguhnya negeri atau swasta sama, tinggal mampu bersaing atau tidak.
Maka masyarakat jangan sampai terjebak, bahwa keunggulan sebuah perguruan tinggi tidak cukup di nilai dari jumlah gedung, fasilitas atau jumlah dosen maupun jumlah mahasiswa yang ada.
Yang utama adalah mampu menghasilkan SDM yang memiliki kompetensi dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.
KMBI
SMPTN
SBMPTN
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
