Harga Bahan Pokok Berjaya

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

29 Maret 2022 14:05 WIB
Perspektif | Rilis ID
Nick Kurniawan Rozali, S.A.B., M.M., Kader Muda NasDem Provinsi Lampung. Foto ilustrasi: Kalbi R
Rilis ID
Nick Kurniawan Rozali, S.A.B., M.M., Kader Muda NasDem Provinsi Lampung. Foto ilustrasi: Kalbi R

RILISID, Bandarlampung — PEREKONOMIAN Lampung tumbuh positif. Berdasarkan Laporan Bank Indonesia Februari 2022, pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung secara keseluruhan tahun 2021 sebesar 2,79 persen (year on year/yoy).

Realisasi tersebut lebih rendah dibanding pertumbuhan ekonomi Sumatera dan nasional yang masing-masing tercatat sebesar 3,18 persen dan 3,69 persen.

Meski begitu, hal yang perlu disyukuri setidaknya secara persentase kondisi perekonomian Lampung kembali pada titik semula setelah mengalami kontraksi pada tahun 2020 akibat pandemi sebesar -1,67 persen.

Menatap 2022, konon tahun ini dikatakan momentum pemulihan dan kebangkitan ekonomi. Kesuksesan vaksinasi akan menyegerakan kita untuk keluar dari badai pandemi Covid-19.

Pertanyaannya, mengapa banyak sekali berita atau tragedi --yang dapat kita lihat secara langsung, menggambarkan rumitnya persoalan di kehidupan sehari-hari? Jeritan dan keluhan rakyat mengarungi tahun 2022 seakan tak ada habisnya.

Data-data statistik mengenai perbaikan dan pertumbuhan ekonomi yang di-publish pemerintah secara periodik sejak triwulan I 2021 memang mengembirakan.

Begitu pula harumnya nama Gubernur Arinal Djunaidi yang mendapat beberapa penghargaan atas kinerja Pemerintah Provinsi Lampung.

Harusnya kabar baik ini berbanding lurus dengan apa yang dirasakan masyarakat. Bukan sebaliknya sehingga penulis merasa publikasi data dari pemerintah kental nuansa cherry picking, mengambil data yang baik saja dan terkesan menyembunyikan data yang cenderung mencerminkan kegagalan kerja pemerintah daerah.

Atas dugaan ini, penulis khawatir, tahun 2022 malah menjadi saat di mana kesengsaraan rakyat kian meroket.

Beberapa kalangan mungkin sudah melakukan aksi-aksi protes. Antrean BBM solar yang panjang karena langka terjadi. Harga gas elpiji naik. Sampai yang terbaru petani tomat di Lampung Barat membuang hasil panen di jalanan.

Menampilkan halaman 1 dari 4
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya