CV King Makmur Sentosa, Berani Maju di Jalanan Indonesia
Ahmad Kurdy
Lampung Selatan
RILISID, Lampung Selatan — Dalam industri konstruksi dan pemeliharaan jalan tol, hanya sedikit perusahaan yang mampu menunjukkan kualitas dan keberlanjutan yang kuat dalam waktu singkat.
Salah satunya adalah CV King Makmur Sentosa (KMS), perusahaan asal Lampung Selatan yang telah berhasil menancapkan namanya sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia.
Sejak berdiri pada tahun 2022, perusahaan ini telah menangani berbagai proyek penting, termasuk penghapusan dan pengecatan marka jalan, pengecatan guardrail, hingga renovasi fasilitas jalan tol di berbagai ruas strategis.
Prestasi yang semakin mengukuhkan kredibilitas perusahaan adalah penghargaan Top 5 Perusahaan Terbaik dari Nippon Paint selama tiga tahun berturut-turut (2023, 2024, dan 2025) di Malaysia.
Pengakuan ini tidak hanya membuktikan keunggulan kualitas pekerjaan mereka, tetapi juga menunjukkan standar tinggi yang diterapkan dalam setiap proyek.
Di balik kesuksesan ini, ada seorang pemimpin yang visioner dan berani mengambil risiko, Ahmad Jazuli, Direktur CV King Makmur Sentosa. Pria Kalianda, pada 25 Maret 1986.
Dengan komitmen yang kuat terhadap kualitas dan inovasi, ia berhasil membawa perusahaan ini melewati berbagai tantangan industri dan menjadikannya salah satu yang diperhitungkan di sektor civil work and painting.
Keberhasilan ini diakui dalam ajang The Loyalty Program Award dari Nippon Paint, di mana Ahmad Jazuli secara langsung menerima penghargaan tersebut. Dalam momen itu, ia menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian yang diraih oleh timnya.
"Kami memulai dengan tekad dan keyakinan bahwa pekerjaan kami harus mencerminkan kualitas dan tanggung jawab. Kami tidak hanya membangun atau mengecat jalan, tetapi juga menciptakan standar baru dalam industri ini," ujar Ahmad Jazuli dalam acara tersebut.
CV King Makmur Sentosa
CV KMS
Lampung
Tol Lampung
Lampung Selatan
Prusahaan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
