Rycko Menoza Dorong Kolaborasi Lintas Lembaga Kembangkan Pariwisata Lampung

Yudha Priyanda

Yudha Priyanda

Bandar Lampung

1 Februari 2026 06:21 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Anggota Komisi VII DPR RI, Rycko Menoza SZP, saat podcast di kantor Rilis.id Lampung. Foto: Yudha/Rilis.id
Rilis ID
Anggota Komisi VII DPR RI, Rycko Menoza SZP, saat podcast di kantor Rilis.id Lampung. Foto: Yudha/Rilis.id

RILISID, Bandar Lampung — Anggota Komisi VII DPR RI, Rycko Menoza SZP, menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata di Provinsi Lampung. 

Menurutnya, pariwisata tidak bisa berdiri sendiri dan harus disinergikan dengan berbagai sektor pendukung.

Hal itu disampaikan Rycko saat menjadi narasumber podcast Rilis.id Tv di kantor media ini, Jalan Sisingamangaraja, Bandar Lampung, Sabtu (31/1/2026).

Rycko menjelaskan, Komisi VII DPR RI memiliki mitra kerja di bidang pariwisata, perindustrian, dan ekonomi kreatif. 

Ia menilai, pengembangan pariwisata tidak boleh hanya terfokus pada 10 destinasi prioritas nasional, melainkan juga harus mendorong potensi daerah.

“Setiap anggota dewan harus mendorong destinasi di daerah masing-masing. Lampung punya potensi besar dan tidak kalah dengan daerah lain,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengembangan pariwisata membutuhkan dukungan lintas lembaga, termasuk dengan Dinas Perhubungan terkait akses dan transportasi.

Lampung dinilai memiliki keunggulan akses, baik melalui jalur darat maupun laut.

Rycko juga menyinggung status Bandara Radin Inten II yang telah ditetapkan sebagai bandara internasional.

Namun, menurutnya, status tersebut belum sepenuhnya diikuti kesiapan fasilitas dan implementasi di lapangan.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: gueade
Tag :

Bandar Lampung

Rycko Menoza

DPR RI

Komisi VII

Lampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya