Mikdar Ilyas Nilai Alat Pengering Solusi Petani Atasi Panen Serentak
Yudha Priyanda
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung Mikdar Ilyas, menilai keberadaan alat pengering hasil pertanian menjadi solusi bagi petani dalam menghadapi panen serentak yang kerap menekan harga komoditas.
Politisi Gerindra ini mengatakan, Lampung merupakan daerah penghasil utama padi, jagung, dan singkong.
Namun, ketika ketiga komoditas tersebut dipanen bersamaan, sehingga petani sering menghadapi persoalan keterbatasan daya tampung pasar.
“Kalau panen dilakukan bersamaan, pembeli tidak selalu sanggup menampung karena volumenya besar. Akibatnya harga bisa jatuh dan hasil panen berisiko rusak,” ujar Mikdar, Selasa, (3/2/2026).
Menurutnya, alat pengering memungkinkan hasil panen diolah dari kondisi basah menjadi kering sehingga lebih awet dan memiliki nilai tambah.
Dengan cara itu, petani tidak harus langsung menjual hasil panen saat harga rendah.
Ia menyebutkan, satu unit alat pengering memiliki kapasitas sekitar 20 ton dengan waktu pengeringan dua hari.
Dengan jumlah sekitar 100 unit yang tersedia saat ini, kapasitas pengeringan dapat mencapai sekitar 2.000 ton dalam dua hari.
“Kalau satu hektare menghasilkan kurang lebih 6 ton, berarti lebih dari 350 hektare hasil panen bisa dikeringkan dalam dua hari,” katanya.
Mikdar menambahkan, dalam satu bulan kapasitas pengeringan tersebut dapat menjangkau ribuan hektare lahan pertanian.
Bandar Lampung
Lampung
Alat Pengering
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
