Lampung Dulu Impor Kini Ekspor Tapioka, Kenaikan Capai Lebih 500 Persen
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Kinerja ekspor tapioka menunjukkan lonjakan signifikan sepanjang 2025.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor pati singkong (cassava starch/tapioka) dari Lampung meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data tersebut, volume ekspor tapioka dari Lampung pada periode Januari–Desember 2025 mencapai 36.985.600 kilogram (kg) dengan nilai USD 12.912.315,10.
Angka ini melonjak drastis dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang tercatat 5.953.250 kg dengan nilai USD 3.090.993,80.
Kenaikan ini berarti volume ekspor meningkat sekitar 521,27 persen, sementara nilai ekspor naik sekitar 317,74 persen.
Peningkatan jumlah ekspor ini menjadi kabar baik, karena pada tahun-tahun sebelumnya Indonesia masih melakukan impor tapioka.
Berdasarkan data BPS yang dikutip dalam katadata.co.id, volume impor tepung tapioka pada Januari-November 2024 mencetak rekor tertinggi sejak 2020 atau hingga 295.673 ton. Bahkan nilai nya tebus diangka USD 160,2 juta.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Lampung, M. Zimmi Skil yang dihubungi melalui pesan WhatsAppnya Rabu, 25 Maret 2026 mengatakan peningkatan ekspor tersebut menunjukkan daya saing industri pengolahan singkong Lampung yang semakin kuat di pasar internasional.
“Saat ini Lampung menjadi salah satu sentra produksi singkong terbesar di Indonesia, bahkan kita mengalami peningkatan ekspor Pati singkong," kata Zimmi.
Zimmi menyebut peningkatan ekspor tapioka ini menunjukkan bahwa produk hilir singkong Lampung semakin diminati pasar global.
Singkong
Lampung
ekspor
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
