Komaruddin Hidayat Ingatkan Pers Tetap Cerdas dan Beretika
Muklis
Lampung Timur
Lebih lanjut, Ketua Dewan Pers menyampaikan, Menjawab pertanyaan tentang kecerdasan buatan (AI) dan masa depan jurnalisme.
Komaruddin menegaskan bahwa AI harus diposisikan sebagai alat bantu, bukan pengganti kecerdasan manusia.
“Kapan AI menjadi asisten yang cerdas dan kapan AI menggantikan Anda? Kalau kita sepenuhnya tergantung kepada AI, maka kecerdasan kita akan semakin menurun,” ujarnya.
Ia menekankan, wartawan tetap harus melakukan riset dan berpikir kritis dalam menyusun berita.
“Wartawan harus melakukan riset dan harus cerdas dalam membuat berita. Jangan hanya menyalin dari AI atau dari media lain tanpa verifikasi,” tegasnya.
Komaruddin juga menyinggung soal maraknya pengaduan masyarakat terkait pemberitaan yang tidak beretika.
“Setiap hari ada sepuluh lebih orang yang komplain ke Dewan Pers karena berita yang kurang baik, yang dibuat oleh orang-orang yang mengaku wartawan tetapi tidak memiliki etika,” ungkapnya.
Ia mengajak insan pers untuk selalu memulai pekerjaan dengan niat yang baik.
“Pers harus memulai dengan niat yang mulia, yaitu mengedukasi publik, menjaga martabat manusia, dan melindungi kepentingan umum,” pungkasnya. (*)
PHE
Dewan Pers
PT Pertamina
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
