Jelang Ramadan, Harga Cabai Rawit di Bandar Lampung Mulaj Naik
Yudha Priyanda
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Menjelang bulan suci Ramadan 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung berupaya memastikan ketersediaan bahan pokok dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung, Ichwan Adji Wibowo mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan dan penelusuran langsung ke sejumlah pasar, baik pasar tradisional, pasar modern, hingga distributor.
“Jelang Ramadan ini kita sudah melakukan pemantauan di pasar-pasar, baik sample pasar tradisional, modern maupun distributor,” ujarnya saat dimintai keterangan, Sabtu, (14/2/2026).
Dari hasil monitoring tersebut, sebagian besar komoditas pangan terpantau stabil.
Namun, terdapat satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup signifikan, yakni cabai rawit.
“Dari seluruh pangan utama ini relatif stabil. Ada satu komoditas yang naik lumayan, yaitu cabai rawit. Awalnya Rp65 ribu per kilogram, sekarang menjadi Rp75 ribu per kilogram. Tapi ini tidak terlalu kami khawatirkan karena ada alternatif pengganti, misalnya cabai keriting,” jelasnya.
Terkait pengawasan harga dan potensi kelangkaan, Ichwan menjelaskan bahwa saat ini setiap kabupaten/kota telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pangan dan Keamanan Mutu Pangan.
Struktur satgas tersebut melibatkan unsur kepolisian, Dinas Pangan, Dinas Perdagangan, serta OPD terkait lainnya.
“Di era sekarang, semua kabupaten/kota sudah membentuk saber pangan dan keamanan mutu pangan. Struktur SK-nya terdiri dari Polresta, Dinas Pangan, dan dinas terkait termasuk perdagangan,” katanya.
Ia menegaskan, tugas utama satgas tersebut adalah melakukan pengamatan, pengawasan, serta penindakan jika ditemukan pelanggaran, termasuk pelanggaran harga di atas ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Bandar Lampung
Jelang Ramadhan
Ketersedian Pangan
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
