Keluarga Polisi Korban Tragedi Sabung Ayam Minta Persidangan Disiarkan di TV Nasional
Tampan Fernando
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Keluarga dari 3 anggota Polri yang meninggal dunia ditembak dalam tragedi sabung ayam meminta agar penanganan kasus ini dilakukan secara adil dan transparan.
Bahkan untuk persidangan militer terharap 2 oknum TNI yang terlibat kasus, yaitu Kopda B dan Peltu Y diminta agar ditayangkan live di TV nasional.
Hal itu disampaikan anak dari Kapolsek Negara Batin AKP (Anumerta) Lusiyanto, Salsabila usai bertemu dengan jajaran Detasemen Polisi Militer (Denpom) II/3 Lampung, Rabu (9/4/2025).
“Harapan kami dari keluarga minta keadilan seadil-adilnya, dilakukan secara transparan, terbuka, terang benderang,” kata Salsabila.
“Kalau bisa ditanyangkan secara tebuka di televisi dan media nasional. Agar kita bisa menyaksikan sama-sama kasus ini, dan mengawal kasus ini dan harus mendapatkan hukuman yang seadil-adilnya,” ujarnya.
Hal senada disampaikan kakak kandung dari Briptu (Anumerta) Ghalib, Fitri Suryalina. Ia berharap dengan pendampingan dari Tim Hotman 911 kasus ini bisa terbuka dan transparan.
“Kami berharap dengan dibantu pengacara Tim Hotman agar kasus ini dikawal terus, dipantau terus. Dan pelaku dihukum sebarat beratnya,” kata Fitri.
“Karena bagaimanapun dia (pelaku) sudah menghilangkan tiga nyawa. Kalau bisa hukumannya hukuman mati,” tegasnya.
Sebelumnya perwakilan Tim Hotman 911, Putri Maya Rumanti juga menyatakan permintaan mereka ke Denpom Lampung agar sidang kasus ini digelar terbuka.
“Kita sudah minta agar sidang digelar secara terbuka. Karena gini, biasanya perkara yang kami kawal kalau pelakunya adalah oknum itu secara terbuka,” ujarnya.
sabung ayam
Polda Lampung
penembakan polisi
sidang militer
Hotman 911
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
