Tak Terlupakan! Pengalaman Resusitasi Jantung Paru di dalam Pesawat
Gueade
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Hari Minggu, 24 Agustus 2025 sesudah berkegiatan selama tiga hari di Jakarta, kami berencana pulang ke Lampung dengan menggunakan pesawat terbang paling akhir yang ada.
Alhamdulillah kami sampai di Bandara Soekarno-Hatta satu jam sebelum jadwal boarding dan dijelaskan bahwa pesawat masih on schedule.
Pada saat kami sudah ada di ruang tunggu ada pengumuman delay 45-60 menit.
Saya masih khusnudzon (berprasangka baik) mungkin karena ini pesawat terakhir, jadi terjadi akumulasi waktu delay yang lumayan.
Menjelang waktu keberangkatan yang dijanjikan, tiba-tiba ada pengumuman delay (lagi) 90 menit.
Nah di sini terjadi beberapa penumpang mulai complain (baca: marah-marah) di front desk maskapai.
Tapi saya menghibur diri sendiri serta teman saya bahwa tidak ada gunanya marah-marah ke staf ground yang tidak mengerti masalah apa yang terjadi sebenarnya.
Yang pasti mereka sudah memberikan kewajibannya berupa snak (beberapa biskuit dan air minum kemasan).
Tepat pukul 22.00 WIB ada panggilan boarding, tapi diminta pindah gate serta ternyata mesti turun dan naik tangga lagi menuju pesawat.
Sehingga, saya melihat beberapa penumpang mulai ngomel-ngomel sambil menuju ke pesawat.
Dokter Aditya
IDI
Bandar Lampung
RJP
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
