Tak Terlupakan! Pengalaman Resusitasi Jantung Paru di dalam Pesawat
Gueade
Bandar Lampung
Ternyata pesawat juga tidak langsung terbang (mungkin lagi antre untuk take off, pikir saya). Akhirnya sekitar pukul 22.45 WIB pesawat on the way ke Lampung.
Alhamdulillah, meskipun memang ini menjadi perjalanan yang melelahkan baik secara fisik dan mental.
Menjelang mau landing, tiba-tiba ada pengumuman oleh pramugari ada penumpang yang membutuhkan pertolongan dokter karena sakit.
Karena saya duduk di bangku bagian belakang (nomor kursi 19B) dan terlihat sudah ada orang yang duduk agak di depan menuju ke kursi penumpang, maka saya diam dulu.
Tapi beberapa saat kemudian saya minta izin penumpang sebelah saya agar saya juga ikut membantu.
Sesudah sampai di tempat, penumpang sudah ditidurkan di kursi dan oksigen juga terpasang.
Saat saya periksa nadinya, teraba nadinya kecil sekali dan pasien sudah tidak sadar.
Kemudian saya sempat berdiskusi dengan teman sejawat saya yang duluan datang mungkin pasien ini membutuhkan Resusitasi Jantung Paru (RJP).
Akan tetapi posisi pesawat sudah mau landing, sehingga kita diminta kembali duduk di kursi masing-masing.
Setelah pesawat landing (tapi masih jalan), saya buru-buru datang lagi ke pasien dan langsung melakukan RJP (kalau tidak salah 5 kali RJP), sampai pesawat berhenti sempurna.
Dokter Aditya
IDI
Bandar Lampung
RJP
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
