Salam Lintas Agama dan Praktik Kerukunan Umat

Fi fita

Fi fita

-

3 Juni 2024 12:18 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag, Ph.D
Rilis ID
Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag, Ph.D

Sehingga saya ikut tergerak untuk menulis masalah ini sebagai bagian dari sumbangsih dan perspektif akademisi dalam merespons setiap yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Representasi Agama di Indonesia

Salam lintas agama memiliki makna dan signifikansi penting dalam konteks keberagaman agama di Indonesia.

Salam lintas agama adalah praktik yang baik dalam upaya menjaga kerukunan umat beragama. Bahwa masyarakat Indonesia itu majemuk, terdiri dari beragama agama.

Maka dari itu, salam lintas agama adalah praktik baik untuk kerukunan umat. Bukan upaya mencampuradukkan ajaran agama.

Dalam praktiknya, salam lintas agama menjadi sarana menebar damai yang juga merupakan ajaran setiap agama.

Ini sekaligus menjadi wahana bertegur sapa dan menjalin keakraban. Bukan dalam rangka mencampur adukkan keimanan seseorang.

Salam lintas agama yang dipraktekkan pada kegiatan-kegiatan resmi ini sebenarnya dimaksudkan sebagai salam penghormatan kepada seluruh pemeluk agama, sekaligus sebagai simbol kerukunan dan toleransi beragama.

Salam lintas agama adalah bentuk komunikasi sosial yang secara empiris terbukti produktif dan berkontribusi meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama.

Salam lintas agama justru mencerminkan keberagaman dan toleransi antar umat beragama di negara ini.

Menampilkan halaman 2 dari 5

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

Uin ril

universitas islam negeri lampung

rektor

salam lintas agama

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya