Dari Layar ke Perlawanan Nyata: ACFFest Movie Day 2026 Hidupkan Diskusi Antikorupsi di Lampung
Gueade
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Tiga hari berturut-turut, ruang-ruang publik di Lampung berubah menjadi ruang refleksi bersama.
Bukan hanya tentang film, tetapi tentang integritas, pilihan moral, dan keberanian untuk bersikap.
Melalui ACFFest Movie Day Lampung 2026, komunitas Klub Nonton menghadirkan pengalaman menonton yang melampaui layar—menjadi pemantik diskusi tentang realitas korupsi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Diselenggarakan pada 22, 25, dan 26 April 2026 di tiga titik, yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung, Alun-Alun Desa Jatibaru Tanjung Bintang Lampung Selatan, dan Gedung Dewan Kesenian Lampung, kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye Anti-Corruption Film Festival (ACFFest) yang diinisiasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Mengusung semangat “Dari Lensa, Integritas Terjaga!”, program ini menyatukan mahasiswa, sineas, akademisi, hingga masyarakat umum dalam satu benang merah: membicarakan korupsi dengan cara yang lebih membumi dan relevan.
Ada total 11 film pendek terbaik dari katalog ACFFest yang ditayangkan pada rangkaian kegiatan ini: Revisi Final “Banget”; Ada Yang Salah Dengan Cinta; Pelat Merah; Rahasia Umum; Terciduk!; Unbaedah; Sandal Bupati; Jebakan P, Jebakan P!; Balik Nama; How To Be An Actor; dan Pirates of Sepuluh Ribuan– film-film ini menghadirkan potret keseharian yang seringkali luput disadari sebagai bagian dari praktik korupsi.
Alih-alih menggurui, film-film ini berbicara tentang nilai-nilai antikorupsi dengan cara yang ringan, dekat, bahkan jenaka—namun tetap menyisakan ruang kontemplasi yang kuat bagi penontonnya.
Koordinator Klub Nonton, Nada Bonang, menegaskan bahwa kekuatan film terletak pada kemampuannya untuk menghadirkan isu kompleks menjadi pengalaman yang personal.
“Kami percaya bahwa film adalah medium yang paling jujur untuk mengajak orang bercermin. Ketika penonton melihat cerita yang terasa dekat dengan hidup mereka, di situlah percakapan dimulai. ACFFest Movie Day ini bukan hanya tentang menonton, tapi tentang membuka ruang—ruang untuk bertanya, berdiskusi, bahkan mungkin merasa tidak nyaman, karena dari situlah kesadaran bisa tumbuh,” ujar Nada Bonang, Rabu (29/4/2026).
Diskusi yang menyusul setelah pemutaran film menjadi titik temu berbagai perspektif.
KPK
ACFFest Movie Day 2026
Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
