Dari Layar ke Perlawanan Nyata: ACFFest Movie Day 2026 Hidupkan Diskusi Antikorupsi di Lampung
Gueade
Bandar Lampung
Di Universitas Lampung, diskusi dihadiri oleh Aditya Budiman yang merupakan Koordinator Program ACFFest KPK RI, Vito Frasetya, S.Sos., M.Si. sebagai perwakilan akademisi yang merupakan dosen Ilmu Komunikasi Universitas Lampung dan Nada Bonang sebagai perwakilan praktisi film dari Klub Nonton.
Audiens terlibat aktif dalam membedah makna di balik cerita dan mengaitkannya dengan realitas sosial yang mereka hadapi.
Sementara di Dewan Kesenian Lampung, diskusi dihadiri oleh Yessy Marga Safitri sebagai perwakilan Penyuluh Anti Korupsi Wilayah Lampung, Dede Safara Wijaya yang merupakan Ketua Komite Film Dewan Kesenian Lampung, serta Anggi Bastiansyah sebagai perwakilan dari Pedia Production sekaligus produser dari film Revisi Final “Banget”, film Lampung yang mendapatkan nominasi di penyelenggaraan ACFFest 2021.
Audiens secara aktif membahas peran sineas dan film sebagai medium penggerak dan pembawa perubahan.
Tidak hanya menyasar ruang kampus dan komunitas seni, ACFFest Movie Day juga hadir di ruang terbuka publik—Alun-Alun Desa Jatibaru, Tanjung Bintang.
Di lokasi ini, kegiatan menjangkau aparatur desa, tenaga pendidik, hingga masyarakat umum, menjadikan film sebagai medium yang inklusif dan mudah diakses oleh berbagai lapisan.
Pendekatan ini menegaskan bahwa edukasi antikorupsi tidak harus selalu hadir dalam format formal, tetapi bisa tumbuh dari ruang-ruang kebersamaan yang hangat dan partisipatif.
Membangun Kesadaran, Menggerakkan Partisipasi
Lebih dari sekadar pemutaran film, kegiatan ini dirancang sebagai ruang tumbuh bagi kesadaran kolektif.
Penonton tidak hanya diajak memahami nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian, tetapi juga didorong untuk melihat peran mereka dalam ekosistem yang lebih besar.
KPK
ACFFest Movie Day 2026
Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
