Firsada : Angka Prevalensi Stunting di Tubaba Menurun
Joni Efriadi
Tulang bawang barat
RILISID, Tulang bawang barat — Penjabat (Pj)Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Drs. M. Firsada, M. Si., optimis angka prevalensi stunting akan turun hingga zero stunting.
Hal itu diungkapkan Firsada saat membuka rapat rembuk stunting kabupaten setempat, di ruang rapat Bupati, Kamis (02/05/2024).
Selain itu, dilakukan penandatanganan komitmen bersama percepatan penurunan stunting di kabupaten Ragem Sai Mangi Wawai.
Dalam acara tersebut, Firsada mengatakan, agar semua target dapat terlaksana, ada Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).
Dimana Tim tersebut, bertugas mengkoordinasikan, mensinergikan, dan mengevaluasi penyelenggaraan percepatan penurunan stunting.
"Tim ini bekerja melibatkan semua Dinas terkait. Mulai dari kecamatan sampai Kabupaten yang berfokus pada Penurunan Prevalensi Stunting, " jelasnya.
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Tubaba, Majril mengatakan, saat ini Indonesia urutan ke-27 dari 154 negara berdasarkan data UNICEF Tahun 2023.
Ia menambahkan stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak juga pertumbuhan tubuh dan otak akibat kekurangan gizi kronis.
'Ini terjadi dalam fase golden age atau 1000 hari pertama kehidupan, " katanya.
Sehingga, kata kadis, anak lebih pendek dari usia normalnya. Bahkan juga memiliki keterbatasan dalam berpikir.
rembuk stunting
TPPS
Zero Stunting
Dinkes
Tubaba
Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
