Bukan Gajah, Ini Alasan KPU Pilih Monyet Jadi Maskot Pilkada Bandar Lampung
Sulaiman
Bandar Lampung
Meskipun begitu, lanjut Hamami, KPU Kota Bandar Lampung memohon maaf jika penggunaan atribut adat Lampung berupa tumpal dan kain tapis pada maskot dipandang tidak sesuai dengan nilai dan kepantasan berpakaian adat Lampung.
Penggunaan atribut adat pada maskot tidak dimaksudkan untuk menghina, merendahkan, atau melecehkan masyarakat adat Lampung.
Oleh sebab itu, KPU Kota akan menghentikan penggunaan maskot hingga dilakukan perubahan atau perbaikan disain, khususnya dalam penggunaan atribut adat Lampung.
"Ini setelah mempertimbangkan masukan dan saran para pihak khususnya Lembaga adat Lampung," tandasnya.
Diketahui, sebelumnya, sejumlah masyarakat adat mengaku tersinggung atas penggunaan monyet berpakaian tapis sebagai maskot Pilkada Bandar Lampung.
Bahkan, Organisasi Masyarakat (Ormas) Laskar Lampung melaporkan KPU Bandar Lampung ke Polda Lampung atas kasus tersebut. (*)
Maskot Monyet
Pilkada 2024
Bandar Lampung
KPU Bandar Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
