Eva Klaim Berhasil Kurangi Banjir, Walhi Tunjukkan Data Sebaliknya
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Eksekutif Daerah Walhi Lampung menyoroti klaim Wali Kota Bandarlampung, Eva Dwiana, berhasil mengurangi banjir dalam satu tahun kepemimpinannya.
Direktur Walhi Lampung, Irfan Tri Musri, menyampaikan pernyataan dari wali kota tersebut perlu dipertanyakan kebenarannya.
Karena di Bandarlampung masih banyak lokasi rawan banjir, bahkan beberapa hari lalu terjadi banjir di beberapa titik akibat hujan deras.
Lokasi itu seperti Telukbetung Selatan, Telukbetung Timur, Kedamaian, Rajabasa, Sukarame, Sukabumi, Panjang, dan Bumiwaras.
"Tentunya pemerintah bisa menyampaikan klaim berhasil kurangi banjir dengan data dan upaya yang sudah dilakukan. Juga dengan perbandingan berapa kali dan berapa titik banjir di tahun 2020 dan tahun 2021," paparnya.
Kemudian soal banjir di Rajabasa, dengan adanya pembangunan Living Plaza baru mau diajak bicara mengenai solusi banjir.
"Bukankah hilangnya daerah resapan air karena adanya penimbunan aktivitas pembangunan Living Plaza tersebut?" tandas Irfan, Rabu (2/3/2022).
Menurut dia, Pemkot Bandarlampung sembarangan menerbitkan izin. Sebab, bagaimana bisa izin pembangunan diterbitkan jika dalam amdal tidak ada solusi atas dampak yang akan ditimbulkan.
Seharusnya Pemkot Bandarlampung lebih selektif dalam menerbitkan izin-izin pembangunan yang berdampak terhadap kerusakan lingkungan.
"Juga, meninjau kembali rencana pembangunan Living Plaza dan mengembalikan fungsi lahan sesuai dengan awal sebagai daerah resapan air," paparnya.
Satu Tahun Kepemimpinan Walikota Bandarlampung
Pemkot Bandarlampung Kurangi Banjir
WALHI
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
