Eva Klaim Berhasil Kurangi Banjir, Walhi Tunjukkan Data Sebaliknya
lampung@rilis.id
Bandarlampung
Ia juga menyoroti permasalahan lingkungan hidup dan kondisi ekologis di Bandarlampung.
Lebih dari 80 persen bukit di Bandarlampung sudah mengalami alih fungsi. Juga RTH yang tersisa 11,08 persen dari seharusnya di angka 20 persen.
Selain itu, pencemaran, penyempitan, dan pendangkalan sungai serta menjadi tempat tumpukan sampah.
Luas kawasan lindung pun hanya 22,69 persen dari total luas daerah ini yang seharusnya 30 persen.
Di bagian bukit-bukit Kota Bandarlampung juga sampai hari ini tidak ada upaya menyelamatkan dari aktivitas tambang dan alih fungsi yang semakin mengancam hilangnya bukit.
Hal ini dapat terlihat pada penambangan batu di Bukit Sukamenanti di Kelurahan Sukamenanti Baru, Kecamatan Kedaton, yang masih berlangsung hingga saat ini.
Sebelumnya, Eva mengklaim banyak keberhasilan dalam dialog bersama awak media dalam rangka satu tahun kepemimpinan bersama Wakil Wali Kota, Dedy Amarullah.
"Kita ada program unggulan gerebek sungai. Alhamdulillah banjir sudah berkurang. Kalau genangan air di jalan itu cuma numpang lewat, sudah biasa. Insyaallah dengan drainase yang kita bikin tidak ada genangan lagi," jelasnya.
Sementara untuk banjir di Rajabasa, Eva mengaku segera memanggil pengusaha Living Plaza Lampung untuk mencari solusi dalam mengatasinya.
"Selain tidak ada resapan, gorong-gorong sempit juga menjadi alasan banjir di Rajabasa. Padahal kita sudah melakukan pengerukan sedimen dan memberikan jaring besi agar tidak ada penyumbatan sampah," ujarnya.
Satu Tahun Kepemimpinan Walikota Bandarlampung
Pemkot Bandarlampung Kurangi Banjir
WALHI
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
