WALHI Catat 47 Titik Banjir di Bandar Lampung Sepanjang Januari-April 2026
Yudha Priyanda
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Lembaga Swadaya Masyarakat Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Lampung, mencatat terdapat 47 titik banjir di Kota Bandar Lampung selama periode Januari hingga April 2026.
Direktur WALHI Lampung Irfan Tri Musri mengatakan, puncak kejadian banjir terjadi pada Maret 2026.
Kondisi ini menunjukkan bahwa banjir bukan lagi peristiwa insidental, melainkan krisis ekologis yang terjadi secara berulang.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Bandar Lampung telah mengalokasikan sekitar Rp15 miliar untuk penanganan banjir yang mayoritas difokuskan pada pembangunan dan normalisasi drainase.
Namun, upaya tersebut dinilai belum efektif.
“Anggaran ada, tapi salah arah,” kata Irfan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, fakta di lapangan menunjukkan banjir masih terjadi di titik yang sama, bahkan genangan semakin meluas dengan dampak sosial ekonomi yang kian besar.
Irfan menilai penanganan banjir belum menyentuh akar persoalan. Ia menyebut, persoalan lingkungan seperti alih fungsi kawasan resapan air, kerusakan wilayah perbukitan dan hulu, serta penyempitan dan pencemaran sungai menjadi faktor utama yang belum tertangani secara serius.
“Ini membuktikan bahwa anggaran yang ada belum digunakan untuk menyelesaikan masalah, melainkan hanya meredam gejala sementara,” ujarnya.
WALHI Lampung mendesak pemerintah daerah untuk melakukan langkah konkret, di antaranya menghentikan izin pembangunan di kawasan resapan air dan daerah rawan banjir, mengalihkan anggaran ke pemulihan lingkungan, serta memperkuat penegakan hukum terhadap pelaku perusakan lingkungan.
Bandar Lampung
Banjir
WALHI
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
