HUT ke-17 Kabupaten Tubaba, Diluncurkan Program Tubaba Q Sehat Home Care
Joni Efriadi
Tulang Bawang Barat
Ia mengingatkan bahwa akar dari derajat kesehatan masyarakat sebenarnya terletak pada kebersihan lingkungan dan stabilitas ekonomi keluarga.
Ia menyoroti fenomena warga yang jatuh sakit, termasuk serangan stroke, yang dipicu oleh stres akibat himpitan ekonomi.
"Kita harus membenahi faktor hulunya. Jika ekonomi sehat, pikiran tenang, maka raga pun akan sehat," imbuhnya.
Tak hanya soal ekonomi, Wakil Bupati juga menyentil persoalan sanitasi lingkungan, khususnya saluran pembuangan air limbah rumah tangga (peceren) yang kerap menjadi sarang penyakit.
Ia pun memberikan peringatan keras kepada para aparatur tiyuh agar tidak menjadi figur "Jarkoni" (Iso ngajari ora iso nglakoni atau bisa mengajar tapi tidak bisa melakukan).
"Aparatur harus jadi teladan. Jangan sampai setelah acara ini bubar, sampah plastik justru berhamburan. Kebersihan adalah kepentingan bersama, bukan sekadar tugas petugas kebersihan," tegasnya.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Tubaba mendorong gerakan optimalisasi pekarangan rumah melalui budidaya tanaman produktif seperti Kakao, Kopi, Kelapa, dan Tebu.
Nadirsyah menyebut tanah Tubaba sebagai "tanah surga" yang harus dimanfaatkan secara maksimal.
Guna mendukung hal tersebut, Pemkab telah menyiapkan bantuan bibit gratis dan subsidi pengolahan lahan.
Diharapkan, melalui penguatan ekonomi mikro melalui BUMDes atau Koperasi, masyarakat memiliki "tabungan hidup" di belakang rumah mereka.
Q sehat
HUT
Tubaba
gading kencana
Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
