Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat di Lampung, Mensos Saifullah Yusuf Pastikan Selesai Juni 2026

Yudha Priyanda

Yudha Priyanda

Bandar Lampung

26 April 2026 14:48 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, meninjau lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Baru, Lampung Selatan. Foto: Yudha/Rilis.id
Rilis ID
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, meninjau lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Baru, Lampung Selatan. Foto: Yudha/Rilis.id

RILISID, Bandar Lampung — Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, meninjau lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (26/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Mensos menjelaskan bahwa peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada Juni 2026.

“Ini salah satu pembangunan gedung permanen yang dikerjakan di lebih dari 100 titik di seluruh Indonesia dan diharapkan Juni bisa selesai dan digunakan untuk proses pembelajaran,” kata Mensos, Minggu (26/4/2026).

Menurutnya, pembangunan gedung di Lampung berjalan dengan melibatkan lebih dari 600 pekerja memiliki kapasitas sekitar 1.000 siswa.

Jika masih terdapat kekurangan, pembangunan akan dilanjutkan, namun saat ini difokuskan agar seluruhnya rampung sesuai target.

“Kami harap semuanya sesuai target, sehingga pada tahun ini direncanakan bisa menjangkau 30.000 siswa baru dari Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, terkait mekanisme penerimaan siswa, sebanyak 30.000 calon siswa Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia akan melalui verifikasi berbasis data tunggal sosial ekonomi nasional, dengan menyasar keluarga paling tidak mampu secara proaktif melalui proses asesmen.

“Untuk program khusus pemberdayaan orang tua, sebelum mengikuti proses belajar mereka diajak berdiskusi. Jika orang tua menyetujui anaknya bersekolah, maka akan diberikan sosialisasi terkait penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” imbuh Saifullah Yusuf.

Ia menegaskan, program tersebut berkaitan langsung dengan pengentasan kemiskinan ekstrem sesuai Instruksi Presiden (Inpres), melalui pemberdayaan keluarga dengan berbagai program strategis, termasuk mendorong menjadi anggota Koperasi Merah Putih, memperoleh bantuan sosial secara lengkap, serta menjadi penerima iuran JKN dalam kurun waktu tertentu.

“Jika anaknya lulus, maka diharapkan keluarga tersebut bisa menjadi keluarga mandiri,” tegasnya. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

Bandar Lampung

Mensos

Sekolah Rakyat

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya