Tak Dilibatkan Dalam Festival Krakatau, Keluarga Radin Inten II Protes Penggunaan Tuping

Ahmad Kurdy

Ahmad Kurdy

Lampung Selatan

5 Juli 2025 08:46 WIB
Daerah | Rilis ID
Tarian Tuping diprotes keluarga Raden Inten ll karena tidak dilibatkan dalam festival Krakatau. Foto istimewa
Rilis ID
Tarian Tuping diprotes keluarga Raden Inten ll karena tidak dilibatkan dalam festival Krakatau. Foto istimewa

RILISID, Lampung Selatan — Keluarga besar Keratuan Darah Putih yang merupakan garis keturunan langsung Pahlawan Nasional Radin Inten II, menyatakan protes keras terhadap penyelenggaraan Festival Krakatau 2025 yang digelar Pemerintah Provinsi Lampung.

Festival yang mengusung tema “Lampung Mask Street Carnival” itu dinilai melukai nilai-nilai adat dan warisan budaya lokal karena mengangkat Tuping 12 sebagai ikon utama tanpa melibatkan keluarga ahli waris maupun tokoh adat terkait.

“Tuping 12 bukan sekadar properti pentas atau kostum karnaval. Itu adalah simbol spiritual, budaya, dan sejarah perjuangan Radin Inten II yang sakral dalam adat kami,” tegas Yogha Pramana alias Aden Yogha, perwakilan ahli waris saat memberikan pernyataan di Kuripan, Penengahan, Lampung Selatan, Kamis (4/7/2025).

Menurut Aden, penggunaan unsur Tuping 12 secara sepihak tanpa koordinasi ataupun klarifikasi dari pihak penyelenggara festival adalah bentuk pengabaian terhadap etika budaya dan penghormatan terhadap sejarah lokal.

Ia menegaskan, hingga saat ini, tidak ada komunikasi resmi dari Dinas Pariwisata Provinsi Lampung maupun panitia festival kepada keluarga maupun masyarakat adat Keratuan Darah Putih.

“Kalau warisan budaya bisa digunakan seenaknya tanpa izin dan tanpa narasi yang benar, maka makna sejarahnya akan hilang. Ini bukan sekadar soal formalitas pelibatan, tapi soal penghormatan terhadap jati diri dan martabat adat,” imbuhnya.

Keluarga besar Keratuan Darah Putih juga menyatakan kekhawatiran, bahwa pengangkatan Tuping 12 dalam konteks festival yang bersifat hiburan justru mengaburkan makna filosofis dan perjuangan yang melekat di dalamnya.

“Jangan sampai Tuping dianggap cuma topeng eksotik, padahal itu lambang perjuangan dan kearifan lokal,” kata Aden.

Sebagai bentuk keprihatinan, pihak keluarga mendesak Pemerintah Provinsi Lampung untuk:

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

Tuping

Lampung

Festival Krakatau

Provinsi Lampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya