Solusi Banjir di Kota Bandar Lampung, Rektor Itera Usulkan Teknologi Pompa Air Seperti Belanda
Yudha Priyanda
Bandar Lampung
RILISID, Bandar Lampung — Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha, mengusulkan penggunaan teknologi pompa air sebagai solusi penanganan banjir di Kota Bandar Lampung.
Usulan tersebut disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) di kampus IBI Darmajaya yang dihadiri Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, Kepala BBWS Mesuji, anggota DPRD, DPD RI, DPR RI, hingga perwakilan WALHI, Selasa (28/4/2026).
“Di Belanda itu, bukan lagi tiap hujan mau banjir, tapi tiap jam mereka itu berpotensi banjir,” tegas Prof. I Nyoman.
Ia menjelaskan, Belanda mampu mengatasi potensi banjir yang tinggi dengan dukungan teknologi, salah satunya pompa air yang bekerja secara otomatis.
“Saya waktu di Belanda, selalu dengar mesin pompa air hidup secara otomatis. Itu bisa kita gunakan,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan pompa air relatif tidak membutuhkan biaya besar, namun efektif dalam mengendalikan debit air.
Ia menambahkan, BBWS Mesuji tinggal melakukan perhitungan debit air di Bandar Lampung agar perencanaan (Master plan) pompa air dapat diterapkan secara tepat.
“Jadi soal biaya bisa ditekan dengan penggunaan mesin pompa air,” katanya.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyatakan siap berkoordinasi dengan Itera terkait rencana tersebut.
“Terima kasih Prof Nyoman, nanti saya akan menghadap untuk membahas soal banjir ini, dan bisa kita anggarkan di APBD perubahan,” ujarnya.
Bandar Lampung
Banjir
Itera
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
