Gubernur Mirza Ungkap Ada BLUD dan BUMD yang Sudah Untung, Tapi Masih Ada yang Rugi

Rimadani Eka Mareta

Rimadani Eka Mareta

Bandarlampung

30 April 2025 11:58 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Foto Biro Adpim Setda Provinsi Lampung
Rilis ID
Foto Biro Adpim Setda Provinsi Lampung

RILISID, Bandarlampung — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal hadir dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat Kemendagri dan Komisi II DPR RI di Jakarta pada Selasa 29 April 2025.

Dalam rapat tersebut, Gubernur Mirza turut menyampaikan persoalan yang dihadapi Provinsi Lampung saat ini.

Mirza pun menyampaikan tentang kondisi keuangan di Provinsi Lampung serta kabupaten/kota. Salahsatunya soal keberadaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Menurut Gubernur Mirza, ada yang sudah menghasilkan keuntungan namun masih ada yang merugi.

"Kami BUMD di Lampung ada tiga, untuk LJU (Lampung Jasa Utama) itu sudah ada penghasilan Rp12 sampai 15 Miliar per tahun. Tapi ada Wahana Raharja yang sudah 4 tahun masih rugi," kata Mirza.

Dia menyebutkan yang menguntungkan itu Bank Lampung, itupun karena ada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memantau.

"Yang untung itu Bank Lampung, itu untung karena ada OJK diawasi," tambah Mirza.

Sementara dua BUMD lainnya tidak ada pengawasan dan intervensi yang ketat dalam pengendalian BUMD.

Sementara itu BLUD milik Pemprov Lampung ada dua yakni Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek dan Rumah Sakit Jiwa Lampung.

Menurut Mirza BLUD di hampir seluruh kabupaten/kota di Lampung ini menguntungkan.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Rimadani Eka Mareta
Tag :

Gubernur Lampung

Rahmat Mirzani Djausal

blud

bumd

Lampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya