Seminggu Krisis Air, Warga di Kecamatan Balik Bukit Keluhkan Layanan PDAM Limau Kunci
Arya Besari
Lampung Barat
RILISID, Lampung Barat — Warga di sejumlah wilayah Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat (Lambar), mengeluhkan terhentinya aliran air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Limau Kunci yang telah berlangsung hampir sepekan terakhir.
Gangguan distribusi tersebut disebabkan oleh kerusakan pipa transmisi berdiameter 300 milimeter di kawasan Bahway, yang menjadi jalur utama penyaluran air ke wilayah pelayanan Cabang Liwa sejak 21 Oktober 2025.
Akibat gangguan itu, aliran air bersih di wilayah Way Mengaku, Pasar Liwa, Komplek Pemda, dan sekitarnya berhenti total.
Sejumlah warga terpaksa mencari air ke rumah tetangga yang memiliki sumur bor untuk memenuhi kebutuhan dasar.
“Sudah seminggu air tidak mengalir sama sekali. Kami harus bolak-balik ambil air ke rumah tetangga yang punya sumur bor,” kata Sarpidah warga Way Mengaku, Senin (27/10/2025).
Bagi sebagian warga, pilihan lainnya hanya membeli air bersih dari mobil tangki keliling dengan harga cukup tinggi.
“Kami beli air karena tidak ada pilihan lain. Padahal biaya hidup makin berat, tapi air dari PDAM belum juga normal,” ujar Devi warga Pasar Liwa.
Mereka berharap pihak PDAM segera mempercepat proses perbaikan agar distribusi air bisa segera normal kembali.
“Kalau tidak cepat diperbaiki, kami tidak tahu harus bagaimana lagi. Air itu kebutuhan utama, apalagi untuk anak-anak dan lansia,” tambah Sarpidah.
Kepala Bagian Teknik PDAM Limau Kunci Indra Gunawan, membenarkan adanya kerusakan berat pada jalur pipa utama di daerah Bahway.
Krisis air
PDAM
Jaringan rusak
Warga Balik Bukit
Lampung Barat
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
