Kasus ISPA di Lampung Masih Dalam Batas Aman, Dinkes Dorong Masyarakat Jaga Pola Hidup Sehat
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
Lansia (diatas 60 tahun): 77.050 kasus ISPA dan 2.305 kasus pneumonia.
"Pneumonia masih menjadi salah satu penyakit ISPA yang penting karena bisa menyerang anak-anak hingga orang dewasa. Namun berkat sistem deteksi dini dan rujukan yang baik, penyebarannya dapat terkendali,” jelas Edwin.
Terkait laporan adanya peningkatan influenza di beberapa daerah, Edwin memastikan tidak terjadi lonjakan kasus influenza di Lampung.
Menurutnya, faktor-faktor seperti gizi, kebersihan lingkungan, dan perilaku hidup sehat sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh masyarakat terhadap penyakit pernapasan.
"Selama masyarakat menjaga gizi seimbang, memberikan ASI eksklusif pada bayi, tidak merokok di dalam rumah, dan menjaga kebersihan lingkungan, maka risiko tertular ISPA atau influenza bisa ditekan,” ujarnya.
Edwin juga menjelaskan bahwa gejala influenza, pneumonia, dan COVID-19 memang memiliki kemiripan, namun mekanisme penanganan di fasilitas kesehatan sudah terintegrasi dengan sistem surveilans ILI (Influenza Like Illness) dan SARI (Severe Acute Respiratory Infection), termasuk pemeriksaan PCR untuk mendeteksi COVID-19.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diminta tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta mengikuti anjuran dari WHO dalam mencegah penyebaran penyakit pernapasan.
"Gunakan masker bila sakit, jaga jarak dengan orang yang sedang batuk atau flu, pastikan ventilasi rumah baik, dan segera ke fasilitas kesehatan jika mengalami demam atau sesak napas. Vaksinasi influenza dan COVID-19 juga sangat dianjurkan," tambahnya.
Dengan koordinasi lintas sektor dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung berkomitmen terus memperkuat sistem pelayanan dan pengendalian penyakit menular agar masyarakat tetap sehat dan produktif. (*)
Ispa
kasus ispa
influenza
dinkes Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
