Berikut Daftar 12 Karya Budaya Warisan Budaya Takbenda Asal Lampung
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
Tanggamus – Pangan Balak
Pangan Balak merupakan tradisi masyarakat Lampung Saibatin yang melambangkan rasa syukur dan kebersamaan dalam bermasyarakat. Kata pangan berarti makan sebagai ungkapan syukur atas terlaksananya rangkaian kegiatan adat, sedangkan balak berarti makan bersama-sama secara ramai (khekamikan dalam Bahasa Lampung). Tradisi ini menjadi penutup dari rangkaian upacara adat dan dilaksanakan dengan tata cara yang sakral, dimulai dari hippun (musyawarah adat) hingga penyediaan pahak (tempat sultan makan).
Tanggamus – Cubik
Cubik merupakan makanan khas dari Kabupaten Tanggamus yang terbuat dari ikan bakar atau ikan panggang, biasanya menggunakan ikan laut seperti kembung dan layang. Hidangan ini disajikan dengan cara disiram menggunakan kuah santan segar mentah yang telah dicampur bumbu halus berupa cabai, bawang merah, kemiri, dan terasi, kemudian diberi perasan jeruk untuk menambah cita rasa asam dan segar. Keunikan Cubik terletak pada karakteristiknya yang bukan termasuk sambal maupun jenis gulai.
Pesawaran – Anjau Silau
Tradisi luhur dari masyarakat Pesawaran, Lampung. Termasuk dalam kategori adat istiadat, ritus, dan perayaan, kegiatan ini menjadi wujud silaturahmi dengan saling berkunjung serta memantau keadaan sesama warga. Di baliknya tersimpan makna mendalam tentang kepedulian, tanggung jawab, disiplin, toleransi sosial, dan solidaritas masyarakat multikultural.
Lampung Timur – Ngarak Pacar
Ngarak Pacar merupakan salah satu tradisi adat khas Lampung yang dilakukan dalam rangka perayaan khitanan dan khatam Al-Qur’an. Dalam pelaksanaannya, para Penyimbang Adat dan Batin Tualo Anau secara bergantian maju untuk memberikan doa dan ucapan selamat. Ritual ini dilakukan melalui simbol pengolesan pacar (bupacar) di tangan anak yang akan disunat atau telah khatam Al-Qur’an, yang melambangkan penerangan hidup dan keberkahan.
Lampung Timur – Gulai Pengecangan
Gulai Pengecangan merupakan gulai khas etnis Melinting di Lampung yang memiliki keunikan tersendiri, baik dari bahan maupun tradisinya. Hidangan ini terbuat dari daging dan jeroan sapi, dan biasanya hanya disajikan pada acara adat besar. Ciri khas Gulai Pengecangan terletak pada proses pembuatannya yang dilakukan khusus oleh kaum laki-laki sebagai bagian dari tata nilai adat yang dijaga turun-temurun. Rasanya gurih dengan perpaduan rempah yang tidak terlalu tajam, berpadu dengan santan kental dan bumbu khas seperti kecombrang yang berfungsi menetralkan aroma jeroan.
Wbtb
warisan budaya takbenda
Lampung
Disdikbud Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
