Berikut Daftar 12 Karya Budaya Warisan Budaya Takbenda Asal Lampung
Rimadani Eka Mareta
Bandarlampung
Lampung Barat – Takhi Halibambang
Tari Takhi Halibambang merupakan tarian tradisional khas masyarakat Sai Batin Adat Empat Kepaksian di Lampung. Tarian ini menggambarkan keanggunan dan kesopanan seorang gadis, dengan gerakan lembut menyerupai kupu-kupu yang beterbangan. Penamaan “Tari” dalam Takhi Halibambang memiliki makna penting yang tidak dapat dihilangkan. Dalam bahasa Lampung, Halibambang berarti kupu-kupu yang beterbangan; kata Hali berarti “seperti” dan Bambang berarti “kupu-kupu”.
Lampung Timur – Ghabal
Di berbagai daerah Indonesia, terdapat olahan daging bakar dengan cita rasa dan ciri khas masing-masing. Di Sekampung Libo, Jabung, Lampung Timur, terdapat hidangan serupa yang disebut Ghabal. Makanan ini dibuat dari daging yang diiris, ditusuk menyerupai sate, kemudian dibakar dan disiram dengan santan berbumbu setelah matang. Ghabal bukan sekadar hidangan, melainkan simbol persatuan dan kebersamaan bagi masyarakat Jabung. Dalam tradisi lokal, ketika terjadi perbedaan atau perselisihan, masalah sering diselesaikan melalui makan Ghabal bersama.
Lampung Tengah – Sulam Jalin Kepang
Sulam Jalin Kepang merupakan bentuk kerajinan tangan tradisional Lampung yang menggabungkan seni menyulam dan menjalin. Sulam sendiri adalah teknik menghias kain dengan benang menggunakan jarum, menghasilkan pola dekoratif di atas permukaan kain atau bahan lainnya. Sedangkan jalin kepang merupakan seni menenun atau menjalin tiga helai atau lebih menjadi satu kesatuan yang membentuk pola indah. Keunikan Sulam Jalin Kepang terletak pada bentuk sulamannya yang menyerupai kepangan rambut, berbeda dengan Sulam Usus yang motifnya menyerupai bentuk usus.
Lampung Barat – Sekhadam (Serdam)
Serdam adalah alat musik tiup tradisional khas Lampung Barat yang terbuat dari bambu. Alat musik ini memiliki empat lubang melodi dan satu lubang tiup, menghasilkan suara bernada pentatonis yang khas dan lembut. Serdam dikenal sebagai alat musik tiup tunggal dan dijuluki sebagai “the death whistle” karena proses pembuatannya yang sarat dengan unsur mistis dan kepercayaan lokal. Bentuknya mirip dengan seruling, namun cara memainkannya berbeda—Serdam ditiup dari bagian depan, bukan dari samping seperti suling biasa.
Lampung Barat – Tateduhan
Tateduhan adalah permainan teka-teki dalam bahasa Lampung yang telah menjadi bagian dari tradisi lisan masyarakat. Biasanya berbentuk pertanyaan dengan makna yang tersamar atau penuh kiasan. Melalui permainan ini, peserta ditantang untuk berpikir cepat, tepat, serta mengasah kemampuan analisis, imajinasi, dan visualisasi. Selain menjadi wadah interaksi sosial, Teteduhan juga mencerminkan kearifan lokal masyarakat Lampung yang gemar menyalurkan humor dan kebijaksanaan melalui kata-kata yang jenaka dan penuh makna.
Wbtb
warisan budaya takbenda
Lampung
Disdikbud Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
