Antisipasi El Nino, Petani Diminta Percepat Tanam

Rimadani Eka Mareta

Rimadani Eka Mareta

Bandarlampung

14 April 2026 19:25 WIB
Pemerintahan | Rilis ID
Kadis KPTPH Lampung, Elvira Umihanni/foto: Rima
Rilis ID
Kadis KPTPH Lampung, Elvira Umihanni/foto: Rima

RILISID, Bandarlampung — Pemprov Lampung mengantisipasi datangnya El Nino atau musim kemarau yang diprediksi akan terjadi mulai Mei mendatang.

Mengantisipasi hal ini, Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung meminta petani melakukan tanam lebih dahulu.

"Kalau dari perkiraan kan El Nino ini mulai Mei, kita minta petani mempercepat tanamnya," kata Elvira, Senin 13 April 2026.

Untuk percepatan tanam ini dimulai dari Lampung bagian timur dan selatan lebih dahulu. Baru disusul bagian tengah dan barat.

Selain itu Pemprov Lampung telah mempersiapkan pembangunan 1.222 unit irigasi perpompaan, 95 unit irigasi perpipaan, serta 110 unit konservasi air pada 2026 yang tersebar di 15 kabupaten/kota.

"Ini nantinya bisa membantu dan mendukung ketersediaan air saat kemarau datang," sambungnya.

Kemudian Pemprov Lampung juga mendorong persiapan petani menyiapkan peptisida guna menjaga hama menyerang saat musim kemarau dan pupuk hayati cair guna menjaga kondisi lahan yang lebih lembab

“Kami juga menyarankan petani melalui penyuluh agar menggunakan pupuk hayati cair, karena itu bisa menjaga kelembapan tanah, jadi bisa mengurangi kekeringan,” lanjut Elvira.

Diakhir Elvira menyebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung juga siap untuk melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) jika memang diperlukan.

Sementara itu pada tahun 2026, Pemprov Lampung menargetkan peningkatan produksi padi. Di mana tahun 2025 produksi padi sebesar 3.252.627 ton dan pada 2026 ini ditarget menjadi 3.415.259 ton. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Rimadani Eka Mareta
Tag :

El nino

musim tanam

Lampung

dinas KPTPH Lampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya