Ancaman Gempa Megathrust di Lampung Nyata, Basarnas Susun Skema Tanggap Darurat
Tampan Fernando
Bandar Lampung
“Menghadapi kedaruratan ini Basarnas tidak bisa berdiri sendiri. Perlu didukung penuh oleh Pemda, TNI, dan Polri agar kita semua lebih siap apabila kedaruratan itu terjadi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung, Rudy Syawal, menyebut ancaman megathrust berupa tsunami mengancam wilayah pesisir Lampung di lima kabupaten/kota, yaitu Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus, Pesisir Barat, dan Bandar Lampung.
Untuk itu, BPBD Lampung telah melakukan berbagai sosialisasi dan penguatan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana besar tersebut.
“Kami sudah koordinasi dengan BNPB soal ancaman itu dan menyusun berbagai upaya penguatan masyarakat, terutama di wilayah pesisir Lampung. Termasuk membentuk desa-desa tangguh bencana,” kata dia.
Rudy menyebut potensi tsunami itu wilayahnya bisa mirip dengan tsunami yang terjadi pada Desember 2018 lalu saat erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Ancamannya terutama di pesisir, seperti pada tsunami 2018 yang sudah terdampak. Ancaman megathrust ini juga lebih mengarah pada wilayah pesisir. Maka upaya edukasi terus kami lakukan,” bebernya. (*)
megatrust
gempa besar
gempa megatrust
Basarnas
BPBD Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
