Waspadai Email Palsu Berisi Ancaman Virus Corona, Pakar Keamanan Siber Beri Saran Ini
Zulhamdi Yahmin
Semarang
Ia menekankan, "Paling penting jangan sampai men-download dan membuka file. Itu adalah jalan masuk malware ke smartphone dan komputer kita. Sekali masuk, malware bisa mengambil username dan password akun-akun kita."
Pratama juga memandang penting masyarakat meng-update antivirus dan juga meng-update sistem Windows ke patch level paling baru. Pastikan pula melakukan update sistem dari lokasi setting di smartphone maupun komputer, bukan dari surel asing.
Hal itu, menurut dia, ada kemungkinan pelaku juga mengirimkan email phishing yang meminta pemilik surel melakukan klik untuk meng-update sistem. Model phishing ini sering menyerang pengguna iPhone dengan tujuan meretas iCloud korban.
Upaya phishing yang terjadi di Jepang ini, lanjut Pratama, juga sangat presisi karena mengetahui lokasi korban. Dalam hal ini, pelaku memberikan penjelasan bahwa wabah Koronavirus sudah masuk ke daerah tertentu di Jepang yang juga kota tempat tinggal calon korban.
"Pada akhirnya di tengah kepanikan, korban akan membuka, men-download bahkan menyebarkan lagi link atau file berisi malware kepada koleganya," katanya menjelaskan.
Pratama menggarisbawahi bahwa email palsu ini tidak hanya berbahaya karena adanya malware, tetapi juga membawa pesan hoaks yang akan membuat masyarakat bertambah panik.
Ia lantas menyarankan aparat Cybercrime Polri, BSSN, Deputi Siber BIN, dan Kominfo sebaiknya berkolaborasi guna mencegah aksi serupa hadir di Tanah Air.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
