Ilmu dan Restu Orang Tua Jadi Kunci Sukses Generasi Muda
lampung@rilis.id
Lampung Timur
RILISID, Lampung Timur — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Lampung, Zulkarnain, menegaskan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan, adab, dan ridha orang tua dalam membentuk generasi muda yang unggul dan berkarakter.
Hal itu disampaikan saat menghadiri pelepasan siswa MAN Insan Cendekia (IC) Lampung Timur Angkatan V Tahun Pelajaran 2025/2026, Sabtu (23/5).
Zulkarnain mengapresiasi capaian para siswa MAN IC Lampung Timur yang dinilai tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kemampuan bahasa asing yang baik.
“Saya bangga dengan kalian. Tidak semua orang bisa berbahasa Inggris dan Arab dengan baik. Ini menjadi salah satu keunggulan MAN Insan Cendekia,” ujarnya di hadapan siswa, guru, dan wali murid.
Menurutnya, keberhasilan lulusan MAN IC Lampung Timur yang diterima di berbagai perguruan tinggi ternama, termasuk luar negeri, membuktikan madrasah mampu mencetak sumber daya manusia yang kompetitif secara global.
Dia menegaskan pendidikan tidak cukup hanya mengedepankan kecerdasan intelektual. Madrasah juga harus membentuk kecerdasan emosional dan spiritual peserta didik.
“Kita tidak hanya ingin mencetak intellectual quotient, tetapi juga emotional quotient dan spiritual quotient. Anak-anak harus tumbuh menjadi generasi cerdas sekaligus beriman dan bertakwa,” tegasnya.
Kakanwil juga menilai sistem boarding school yang diterapkan MAN IC memberi pengaruh besar terhadap pembentukan karakter siswa. Lingkungan pendidikan yang kondusif dinilai mampu membiasakan peserta didik hidup disiplin dan dekat dengan nilai-nilai keagamaan.
“Selama tiga tahun mereka berada di lingkungan yang baik dan dikelilingi orang-orang saleh dan salehah. Ini menjadi bagian penting membangun karakter mereka,” katanya.
Kepada para siswa, dia berpesan agar tetap menghormati guru dan berbakti kepada orang tua meski kelak telah meraih kesuksesan.
Ilmu dan Restu Orang Tua
Generasi Muda
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
