Waspadai Email Palsu Berisi Ancaman Virus Corona, Pakar Keamanan Siber Beri Saran Ini

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Semarang

4 Februari 2020 10:30 WIB
Nasional | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILISID, Semarang — Pakar keamanan siber dari CISSReC, Pratama Persadha, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai email atau surat elektronik (surel) palsu berisi ancaman virus corona (Koronavirus).

"Kehebohan virus Corona yang muncul pertama kali di Wuhan dimanfaatkan beberapa pihak untuk melakukan aksi retas," kata Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi CISSReC, Pratama Persadha di Semarang, Selasa (4/2/2020). 

Di Jepang, kata Pratama, ditemukan sejumlah malware (program untuk merusak dengan menyusup ke sistem komputer) yang disebarkan lewat surel dengan teknik phishing (tindakan memperoleh informasi pribadi, seperti username/nama pengguna dan password/kata sandi). Pelaku memanfaatkan ketakutan masyarakat dunia akan serangan Koronavirus yang muncul di Wuhan, Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Dosen Etnografi Dunia Maya pada Program Studi S-2 Antropologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini mengungkapkan bahwa pelaku menyertakan malware pada file dokumen berupa .txt, .pdf, .exe, dan beberapa extension file dokumen lain.

Setelah itu, calon korban diminta membuka dan download file (unduh berkas) yang berisi malware tersebut. Pelaku berharap malware dalam dokumen tersebut bisa masuk dalam sistem komputer, kemudian mengambil alih sistem target.

Pratama menjelaskan bahwa upaya peretasan yang mendompleng wabah Koronavirus sangat berbahaya, apalagi pemberitaan virus ini sudah sangat mendunia dan banyak orang yang mengetahuinya.

"Artinya, dengan model serangan ini, sangat besar kemungkinan target email phishing ini akan men-download dan membuka file," kata pria kelahiran Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah ini.

Menurut Pratama, pelaku tahu benar calon korban akan men-download dan membuka file karena caption (judul) dalam surel pelaku berisi imbauan cara menghindari wabah Koronavirus.

"Para korban sangat tertarik untuk membukanya. Cara ini jelas lebih efektif dibanding email phishing berisi iming-iming hadiah," kata Pratama menandaskan.

Oleh karena itu, Pratama mengimbau masyarakat ketika menerima surel kali pertama adalah mengecek siapa pengirim email. Pasalnya, para pelaku akan menyamarkan diri seolah-olah lembaga resmi. Setiap surel dari lembaga resmi, bisa dilihat dari alamat email, kemudian mencocokkannya di website lembaga aslinya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya