Tersangka Baru di Kasus Suap PLTU Riau 1 Terbuka Lebar

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

24 Agustus 2018 12:20 WIB
Nasional | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

‎KPK mencium ‎ada peran Eni Saragih dan Idrus Marham, serta Dirut PT PLN Sofyan Basir, sampai akhirnya Blackgold masuk konsorsium proyek ini. Hal ini diperkuat dengan keterangan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarief yang mengakui peran Idrus Marham dan Dirut PLN Sofyan Basir cukup sentral dalam kasus suap PLTU Riau-1 ini.

"Ya kalau dipanggil sebagai saksi dianggap yang bersangkutan mungkin mengetahui kasus tersebut," ujarnya di gedung KPK, Jakarta, Rabu (1/8/2018).

Kendati demikian, saat ditanya peran keduanya lebih jauh, Laode enggan membeberkannya. Sebab, hal itu sudah masuk ke ranah penyidikan. Namun begitu, ia tak membantah bahwa kedua orang itu ditelisik terkait pembicaraan proyek listrik 35.000 megawatt yang pernah dilakukannya.

"Peran kan nggak bisa saya jelaskan kan materi penyelidikan kan," paparnya.

Eni Saragih sendiri mengakui ada perannya, Sofyan dan Kotjo sampai akhirnya PT PJB menguasai 51 persen asset, sehingga PJB bisa menunjuk langsung Blackgold sebagai mitranya.

Meski perkara ini baru menjerat Eni dan Kotjo sebagai tersangka, tapi KPK menyatakan akan mengembangkan perkara tersebut. Apalagi beberapa waktu lalu kediaman Sofyan Basir, kantor pusat PLN dan kantor PJB Investasi telah digeladah KPK beberapa waktu lalu‎.‎ Selain itu tim penyidik telah memeriksa Sofyan, Idrus Marham dan sejumlah petinggi PT PJB Investasi. 

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya